Reporter : Mujiono
KRAKSAAN - Untuk mengantisipasi
menularnya penyakit yang menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melalui Bidang
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) menggelar rapat
koordinasi (rakor) soal revitalisasi klinik sanitasi, Kamis (26/3).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Anna
Maria Susiandari dan narasumber staf Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes
Provinsi Jawa Timur. Rakor diikuti peserta dari 15 Puskesmas terdiri
dari kepala puskesmas, petugas sanitarian dan perawat di poli umum
Puskesmas di Kabupaten Probolinggo.
“Dampak positif kegiatan ini
adalah integrasi upaya kesehatan lingkungan dan pemberantasan penyakit
yang berbasis masalah lingkungan dengan ditetapkannya paradigma sehat
yang lebih menekankan upaya promotif dan preventif dibandingkan kuratif
dan rehabilitatif sehingga dapat mendukung serta meningkatkan Indek
Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Probolinggo,” ungkap Anna.
Sementara
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan,
kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
melalui upaya preventif, promotif dan kuratif yang dilakukan secara
terpadu, terarah dan dilaksanakan secara terus menerus.
“Dapat
tercipta keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam
program pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan, meningkatkan
kesadaran pengetahuan kemampuan dan perilaku (pasien, klien dan
masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dalam perilaku hidup bersih dan
sehat,” ungkapnya.
Sedangkan Ahmad dari Dinkes Provinsi Jawa
Timur menyatakan, klinik sanitasi merupakan upaya mengintegrasikan
pelayanan kesehatan promotif, preventif dan kuratif yang difokuskan pada
penduduk yang berisiko tinggi. Sehingga masalah penyakit berbasis
masalah lingkungan pemukiman dapat diatasi dan dilaksanakan oleh petugas
Puskesmas bersama masyarakat secara aktif dan pasif. (y0n)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar