Terpapar Debu Vulkanik,Warga Tengger Terserang ISPA

Reporter : KIM Melati
Jumat, 25/12/2015

SUKAPURA - Warga Tengger di Kabupaten Probolinggo mulai terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Penyakit ini timbul setelah debu vulkanik terus mengguyur lereng Gunung Bromo sejak tiga pekan terakhir. Jumlah penderita ISPA ini meningkat 20 persen jika dibandingkan sebelum Gunung Bromo berstatus siaga.

Seperti yang menimpa pada sejumlah warga Desa Ngadirejo Kecamatan Sukapura. Dimana petugas medis pondok kesehatan desa (Ponkesdes) beberapa hari terakhir ini lebih sibuk daripada hari-hari biasanya. Pasien silih berganti datang berobat. Dimana rata-rata mereka mengalami sakit mata dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Penyebabnya, tidak lain karena dampak hujan abu vulkanik Gunung Bromo yang sejak tiga pekan terakhir rutin menutupi desa.

“Sesak saat bernafas dan terasa sakit di dada kalau mau bernafas,” tutur Nuki, salah satu anak penderita ISPA asal Desa Ngadirejo Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Di desa berpenduduk 1.598 jiwa dengan 576 kepala keluarga (KK) ini, penderita ISPA meningkat diatas 20 persen. Sampai Kamis (22/12) pagi, Ponkesdes Desa Ngadirejo mendata terdapat 15 balita dan 25 penderita ISPA dewasa. Padahal pada bulan November atau sebelum Gunung Bromo berstatus siaga, jumlah penderita tidak sampai 10 pasien.

“Sampai saat ini peningkatannya sekitar 20 persen dibanding bulan lalu atau sebelum Gunung Bromo berstatus siaga. Rata-rata mereka datang kesini karena menderita penyakit ISPA,” ujar petugas medis Ponkesdes Desa Ngadirejo, Nirmaya.

Jumlah penderita ISPA meningkat drastis karena warga Desa Ngadirejo, sebagai salah satu desa terdampak paling parah diguyur hujan abu. Hal ini diperparah lagi karena mereka mayoritas tidak menggunakan masker. “Warga Tengger ini umumnya menganggap debu vulkanik tidak membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Selain minimnya ketersediaan masker, hal itu ditambah dengan rendahnya kesadaran warga akan kesehatan. Sehingga membuat mereka rentan terserang penyakit mata dan ISPA. “Meski terjadi hujan abu, namun warga tetap beraktivitas normal tanpa menggunakan pelindung mata dan hidung,” terangnya.

Sejauh ini, belum ada pemeriksaan dan pendataan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Baik terhadap pasien ISPA maupun penderita penyakit lainnya yang disebabkan hujan debu vulkanik erupsi Gunung Bromo.
Share on Google Plus

About Redaksi 1

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar