Reporter : KIM Melati
Minggu, 07/02/2016
Kegiatan ini merupakan bagian dari penandatanganan kesepakatan pemberantasan polio di seluruh dunia. “Kegiatannya meliputi PIN Polio serta penggantian vaksin polio tOPV menjadi bOPV berlaku 4 April 2016. Selanjutnya diberlakukan injeksi IPV pada bulan Juli 2016,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Seneman.
Menurut Seneman, setelah kegiatan PIN polio, nantinya vaksin tOPV akan ditarik dan dimusnahkan. Karena itu diharapkan di wilayah Indonesia dan dunia pada umumnya tidak muncul lagi penyakit polio liar.
“Harapannya semua warga masyarakat yang mempunyai anak usia 0 hingga di bawah 5 tahun agar dibawa ke Posyandu terdekat atau Pos PIN yang disediakan oleh Puskesmas. Berikan anaknya dua tetes vaksin polio,” jelasnya.
Seneman meminta agar masyarakat tidak khawatir karena imunisasi polio tidak memberikan dampak panas pada anak. Namun bila ada panas setelah imunisasi polio, diharapkan agar segera dibawa ke pos pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan selanjutnya karena ditakutkan ada penyakit lain yang masuk.
“Panasnya memang karena terbentuk sistem kekebalan tubuh. Hal itu wajar dan biasa. Biasanya saat imunisasi, petugas akan memberikan obat penurun panas untuk dibawa pulang,” terangnya.
Banyak manfaat yang didapat dengan mengikuti PIN polio. Yakni anak akan memiliki kekebalan tubuh dari serangan penyakit polio. Sebab jika tidak ikut PIN, kekebalan akan menurun dan bisa terserang penyakit polio. “Akibatnya bisa sakit, cacat dan menimbulkan kematian,” pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar