Reporter : KIM Melati
Kamis, 07/01/2016
Kamis, 07/01/2016
Guyuran abu vulkanis sudah mengganggu persediaan air bersih di rumah-rumah warga. Oleh karenanya, selama sebulan ke depan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo akan terus memasok air bersih ke semua desa di Kecamatan Sukapura.
Camat Sukapura Bambang Julius Wijanarko mengatakan, adanya droping air ke sejumlah desa di Kecamatan Sukapura lantaran air di rumah penduduk terkontaminasi abu vulkanik. “Hampir semua desa mengalami krisis air bersih. Sebab kalau hujan abu, air yang ada di rumah warga jadi keruh,” katanya, Kamis (07/01/2016).
Meskipun saat ini sudah sering terjadi hujan, namun intensitasnya masih kurang. “Makanya kami minta bantuan kepada BPBD agar bisa melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, droping air bersih dilakukan sejak 31 Desember lalu. Rencananya, droping air bersih ini akan dilaksanakan hingga sebulan ke depan. “Kami kirim ke desa-desa sekitar Gunung Bromo, karena memang sedang kekurangan air bersih,” ujarnya.
Dwijoko menambahkan, droping air itu dilakukan lantaran sumber air terkontaminasi oleh abu vulkanik. Dengan kondisi seperti itu air yang berada di atas tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Selain itu, karena ada jaringan PDAM yang tersumbat, makanya air terasa sulit didapat meski musim hujan,” jelasnya.
Menurut Dwijoko, pendistribusian air bersih sementara ini dilakukan di semua desa di Kecamatan Sukapura. “Karena memang dampak yang terparah di Kecamatan Sukapura,” tegasnya.
Sedangkan di Kecamatan Sumber, ketersediaan air bersih sampai sejauh masih terbilang cukup. “Tapi kalau ada desa lain yang membutuhkan, kami siap melayani dan siap mendistribusikan pada yang membutuhkan,” tambahnya.
Ditambahkan, dalam pendistribusian air bersih ini BPBD menurunkan enam armada ke semua desa di Kecamatan Sukapura. “Jadi 6 armada yang berisi 6000 liter itu semuanya keluar. Selain ke rumah-rumah warga, air bersih didroping ke tandon-tandon air di Kecamatan Sukapura,” tandasnya.
Agus, salah satu warga Desa Jetak Kecamatan Sukapura mengatakan adanya pendistribusian air ke desanya tentu sangat membantu. “Sebelumnya memang sudah ada air PDAM, tapi sering macet. Harapan kami, kalau bisa distribusi air bersih ditambah kuotanya,” pintanya.
0 komentar:
Posting Komentar