Reporter : KIM Melati
Senin, 07/03/2016
Pada setiap kegiatan gotong royong, Bupati Tantri mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan, ingin menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai sarana kekuatan untuk membangun desa dan daerah Kabupaten Probolinggo.
“Gotong royong tidak hanya berupa pembangunan fisik saja, tetapi juga meliputi bidang lingkungan, ekonomi, kemasyarakatan serta sosial, budaya dan keagamaan,” katanya.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan, gotong royong selama ini seperti mutiara yang terbenam dalam lumpur. “Artinya, gotong royong sebagai suatu kekuatan bangsa warisan leluhur yang sudah mulai hilang dan berkurang karena perkembangan zaman dan budaya luar,” ujarnya.
Menurut Heri, setelah Bupati dan Wakil Bupati gencar melakukan gotong royong dengan turun ke desa-desa, dampaknya sangat luar biasa. “Semangat gotong royong di masyarakat sudah semakin tampak dan terjadi peningkatan yang signifikan,” jelasnya.
Di bidang lingkungan contohnya, jelas Heri, tingkat swadaya masyarakat sangat tinggi. Seperti saat melakukan kegiatan kerja bhakti membangun jalan desa. Masyarakat secara swadaya menyumbang kekurangan kebutuhan yang diperlukan. Bahkan masyarakat secara suka rela menyumbang agar jalan yang dibangun lebih baik dan panjangnya bertambah dari yang sudah ditentukan pemerintah.
“Kalau hanya dari pemerintah daerah saja tidak bisa. Perlu keterlibatan dari masyarakat. Dampaknya, karena hasil gotong royong maka masyarakat akan ikut memelihara hasil pekerjaannya sendiri dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Dampak lain juga bisa dilihat dari bidang ekonomi, kemasyarakatan serta sosial, budaya dan keagamaan. “Ada peningkatan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat. Semoga semangat ini bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar