Reporter : KIM Melati
Jum'at, 08/04/2016
KRAKSAAN
– Cakupan imunisasi pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, 8-15
Maret 2016 di Kabupaten Probolinggo mencapai 88.534 balita. Jumlah
sasaran usia 0-59 bulan terbagi atas proyeksi dari pendataan BPS
sebanyak 88.580 balita dan pendataan dari petugas Puskesmas sebanyak
86.303 balita.Pasca PIN Polio 2016, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan sweeping di sejumlah Puskesmas untuk mendata kelengkapan cakupan PIN. “Sweeping sudah kami laksanakan ke seluruh Puskemas. Data yang kami dapatkan semuanya sesuai target,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Seneman.
Seneman menjelaskan, dari 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo sudah tercapai target balita atau bayi yang harus mengikuti PIN Polio. Dari seluruhnya, Puskesmas Jabungsisir Kecamatan Paiton merupakan Puskesmas yang paling tinggi persentase cakupannya.
“Dari 33 Puskesmas, Puskesmas Jagungsisir berada di urutan tertinggi dalam presentase cakupan akhir PIN polio sebesar 112,55% sesuai proyeksi dan 115,18% sesuai pendataan. Sementara terendah ada di Puskesmas Sumber sebesar 84,23% sesuai proyeksi dan 105,41 sesuai pendataan,” jelasnya.
Menurut Seneman, secara umum pelaksanaan PIN Polio di Kabupaten Probolinggo berjalan dengan aman dan lancar. Antusias masyarakat juga sangat tinggi untuk membawa balitanya ke pos pelayanan PIN. “Dukungan lintas program dan lintas sektoral juga sangat baik. Sehingga pelaksanaan PIN Polio berjalan dengan sukses,” terangnya.
Seneman menambahkan, dalam pelaksanaan PIN Polio ini ada juga warga yang tidak datang dan sakit sehingga ditunda. Sementara yang bepergian ada yang meminta pelayanan PIN ke pos pelayanan terdekat. “Setelah selesai, kami melakukan kunjungan rumah untuk melihat balita yang belum di-PIN. Jika sakit maka kita fokus kepada penyembuhannya dan imunisasinya ditunda,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan PIN Polio ini, Seneman mengharapkan, masyarakat mengetahui pentingnya pemberian imunisasi kepada anaknya untuk melindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Di samping dukungan lintas program dan lintas sektoral terkait untuk kelancaran program imunisasi rutin selanjutnya. Serta dukungan anggaran untuk pelaksanaan program guna merencanakan angka kesehatan, angka kecacatan dan angka kematian pada anak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar