Nakes Dilatih Orientasi Pemberdayaan Masyarakat

Reporter : KIM Melati
Jumat, 01/04/2016

MARON - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan orientasi pemberdayaan masyarakat bagi 33 tenaga kesehatan (nakes) dari 33 Puskesmas, Selasa-Rabu (29-30/3/2016) di ruang Laboratorium Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Sri Patmiati mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) untuk mewujudkan masyarakat agar mau dan mampu mengatasi permasalahan kesehatan secara mandiri.

“Poskesdes merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan guna memberdayakan masyarakat. Juga untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi,” katanya.

Menurut Sri Patmiati, tahun 2015 di Kabupaten Probolinggo jumlah  kematian ibu  sebanyak 26 orang dan masuk ranking dua tingkat  Jawa Timur. Sedangkan jumlah kematian  bayi mencapai 242 orang.

“Pelayanan Poskesdes meliputi upaya promotif, preventif, kuratif sesuai dengan kewenangannya yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dan kader. Namun dalam berjalan mulai dibentuk tahun 2008 sampai sekarang kegiatan poskesdes sebagai wadah Desa Siaga Aktif tidak optimal atau kembang kempis,” jelasnya.

Sri Patmiati menambahkan, di Kabupaten Probolinggo cakupan Poskesdes tahun 2015 tahapan pratama mencapai 138 (40,91%), madya 151 (45,75%), purnama 43 (13,03%) dan mandiri 1 (0,3%). Sedangkan Poskesedes purnama mandiri (PURI)  mencapai 14,06% sedangkan target propinsi 70%.

“Adapun pencapaian Desa Siaga Akktif Pratama sebesar 86,36 %. Maka dari itu salah  satu upaya pembinaan Poskesdes agar berjalan optimal maka perlu adanya peningkatan kapasitas bagi nakes sebagai fasilitator. Poskesdes bisa berjalan lancar dan efektif diperlukan seorang fasilitator untuk itu diadakan pelatihan orientasi pemberdayaan masyarakat bagi bidan desa,” pungkasnya.

Setelah mendapatkan beragam materi dari beberapa narasumber, para nakes melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wonorejo Kecamatan Maron.
Share on Google Plus

About Redaksi 1

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar