Reporter : KIM Melati
Senin, 18/04/2016
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Probolinggo Ari Suciati mengatakan bahwa eradikasi polio dunia merupakan salah satu komitmen global yang harus dicapai pada tahun 2018. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut telah disepakati Strategi Eradikasi Polio (Polio Endgame Strategy) yang terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan.
“Indonesia telah menyusun beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Yakni, pelaksanaan penguatan herd imunity dan intensifikasi rutin imunisasi dengan sweeping/dofu dan backlog fighting, Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada Maret 2016, penggantian vaksin polio tetes trivalent (tOPV) menjadi vaksin polio tetes bivalen (bOPV) pada April 2016 serta sosialisasi pelaksanaan vaksin polio suntik (IPV) ke dalam imunisasi rutin bayi pada Juli 2016,” katanya.
Menurut Ari Suciati, penggantian vaksin tOPV menjadi bOPV serentak dilaksanakan pada bulan April 2016 di seluruh negara yang masih menggunakan vaksin polio oral. Penarikan tOPV harus dilaksanakan untuk mencegah risiko munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin tipe 2 darivaksin. Pemberian vaksin IPV diperlukan untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus polio tipe 2 yang tidak terdapat pada vaksin bOPV.
“Indonesia telah menetapkan tanggal 4 April 2016 sebagai hari penggantian tOPV menjadi bOPV. Ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan oleh setiap tingkat mulai dari provinsi, kabupaten sampai dengan Puskesmas. Kegiatan ini melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait,” jelasnya.
Sementara Kasi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Dinkes Kabupaten Probolinggo Seneman mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan informasi tentang evaluasi pelaksanaan PIN Polio dan switching tOPV ke bOPV di Kabupaten Probolinggo. “Serta kebijakan switching tOPV ke bOPV dalam rangka polio endgame strategi dan pemusnahan limbah tOPV,” katanya.
Selain Ari Suciati dan Seneman dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut Wiwien Purwitasari dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. (wan/ast)
0 komentar:
Posting Komentar