Reporter :Syamsul AkbarTEGALSIWALAN - Terus lestarikan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sebab budaya gotong royong merupakan budaya asli nenek moyang, turun-temurun yang dilakukan bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE saat melakukan kegiatan bhakti gotong royong di Desa Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan, Rabu (11/3).
Saat tiba di rumah Kepala Desa Bulujaran Kidul Joyo Utomo, Bupati Tantri langsung melakukan pengecatan Poskamling. Tidak hanya itu, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini juga mengunjungi pelayanan posyandu dan melihat pameran produk makanan lokal.
Masyarakat terlihat guyub bergotong royong bersama TNI/Polri. Ada yang sedang menyapu dan membangun poskamling. “Saya berharap supaya budaya gotong royong ini bisa diteruskan, minimal sekali dalam satu minggu,” jelasnya.
Menurut Bupati Tantri, sehat adalah rejeki yang wajib disyukuri sehingga tidak termasuk dalam golongan kufur nikmat. “Saya baru pertama kali datang ke Desa Bulujaran Kidul. Kegiatan ini bertujuan untuk silaturahim. Selama ini kami sudah keliling ke desa-desa untuk menyerap aspirasi masyarakat. Targetnya nanti seluruh desa bisa didatangani. Mohon doanya semoga senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin,” tegasnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Bupati Tantri meminta masyarakat supaya memanfaatkan dan mengaktifkan kegiatan siskamling dengan cara melibatkan pemuda dan masyarakat secara bergantian. “Aktifkan siskamling dengan membuat kelompok piket jaga. Dengan begitu orang yang akan berbuat jahat tidak ada kesempatan. Jika sudah demikian, maka desa akan menjadi aman,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri menampung aspirasi masyarakat. Mardi guru SMP setempat mengharapkan pembangunan jalan aspal, perbaikan saluran irigasi dan pembangunan SMP Islam.
Afin, anak muda setempat menyampaikan, di desanya ada gunung dan gua yang dapat dijadikan tempat wisata. Tetapi akses sangat sulit sehingga perlu fasilitas jalan dan pendukungnya. Sementara dari perwakilan kelompok tani menginginkan adanya pelatihan pengelolaan kotoran sapi dan mengeluhkan minimnya air bersih di desanya.
Hal yang sama juga disampaikan Khusnul Khotimah yang meminta bantuan cetakan batako agar mampu memberdayakan perempuan di desanya. Sedangkan Kepala Desa Paras meminta perbaikan jembatan di Desa Paras yang menghubungkan dengan Desa Bulujaran Kidul. Sementara pemuda karang taruna meminta dukungan supaya mampu memberdayakan para pemuda di desanya. (wan)
0 komentar:
Posting Komentar