Sosialisasikan Gerakan Bulan Pemberian Obat Cacing



Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Senin (9/2) melakukan sosialisasi gerakan bulan pemberian obat cacing di ruang pertemuan Tengger Setda Kabupaten Probolinggo.

Sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes dr. Dyah Kuncarawati dan Wari Iin Dehasworo narasumber dari  Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh lintas program Dinkes, Camat, Kepala Puskesmas, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Se Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya dr. Shodiq Thahjono mengharapkan dengan pemberian obat cacing pada sasaran anak usia dini usia 1-6 tahun dan anak usia SD usia 6-12 tahun dalam 5 tahun ke depan dapat mengeliminisasi angka kecacingan di Kabupaten Probolinggo.

“Pemberian obat cacing kepada anak usia sekolah terintegrasi dengan kegiatan UKS dan anak usia pra sekolah terintegrasi dengan kegiatan distribusi vitamin A di bulan Agustus untuk menurunkan angka prevalensi kecacingan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Wari Iin Dehasworo mengungkapkan bahwa prevalensi di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan hasil survei pada anak SD di 175 kabupaten/kota menunjukan prevalensi cacingan antara 0- 85,9 %.

“Rata-rata prevalensi angkat nasional mencapai 28,12 % dengan jenis cacing gelang 60 %, cacing cambuk 16 %, cacing tambang 7 % lain-lain 17 %. Penyakit kecacingan ini disebabkan karena cakupan pengobatan masih rendah, pengetahuan masyarakat tentang cacingan masih rendah dan kemampuan petugas untuk penanggulangan cacingan belum optimal,” ungkapnya.

Menurut Wari, penyakit kecacingan ini ditularkan melalui tanah dan dikenal juga dengan istilah cacing perut. Hal ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di daerah beriklim tropis dan sanitasi yang tidak adekuat dan kondisi yang tidak higienis.

“Tiga jenis cacing yang sering menginfeksi anak dan menyebabkan efek yang tidak baik untuk anak usia anak sekolah pra-sekolah adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator Americanus) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura),” pungkasnya. (wan)
Share on Google Plus

About Redaksi 1

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar