Reporter : KIM Melati
Sabtu 15/08/2015
KOTAANYAR - Dimusim kemarau ini, harga cabe rawit kembali melonjak.
Utamanya di Kabupaten Probolinggo, harganya mencapai Rp 75 ribu hingga
Rp 80 ribu per kg. Namun yang dirasakan petani cabe rawit saat ini hasil
tanam cabenya kurang bagus, sehingga membutuhkan perawatan yang ekstra
untuk mencapai dan mengejar harga yang masih tinggi.
“Kalau harganya sekarang memang tinggi, tapi kualitas cabe rawit ditingkat petani kurang maksimal kalau perawatannya tidak diutamakan. Sedangkan, biaya perawatan cabe rawit untuk saat ini butuh biaya banyak,” kata Mami (45), seorang petani cabe rawit di Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar.
Dikatakan Mami, petani cabe mendapatkan hasil yang sedikit dari panen cabe rawit yang ditanamnya. Sedangkan untuk mencapai perawatan yang sempurna butuh perawatan yang maksimal juga, seperti pupuk dan obat-obatan lainnya. Sedangkan pupuk di daerahnya harganya mahal dan sulit untuk di dapat, begitu juga untuk obat-obatannya.
“Modal awal untuk mengolah lahan seluas 3.000 meter persegi agar siap ditanami bisa sampai Rp 3 juta. Belum pupuk dan perawatan tanaman sampai berbuah. Begitulah kondisi cabe rawit disini, pohonnya tidak rindang dan buahnya melambat. Hal ini juga disebabkan kurang asupan air, karena disini air diatur secara bergilir,” terangnya.
Sebagian besar petani cabe rawit di Kabupaten Probolinggo berharap agar harga cabe masih terus tinggi. Karena sebagian besar cabe rawit buahnya melambat akibat biaya perawatan saat ini mahal dan kurang air.
0 komentar:
Posting Komentar