Reporter : KIM Melati
Rabu 06/05/2015
PAITON
- Beberapa waktu terakhir ini, hujan masih saja terus turun di kawasan
timur Kabupaten Probolinggo. Padahal pada awal Mei ini biasanya para
petani sudah mulai melakukan persiapan tanam tembakau jenis Paiton VO.
Oleh karenanya mereka mengharapkan tidak sering lagi turun hujan supaya
persiapan tanam tembakau bisa maksimal.Pengurus APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Provinsi Jawa Timur H. Achmad Muzammil mengatakan sebenarnya BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memprediksi musim hujan akan berakhir paling lambar bulan April 2015. Tetapi kenyataan prakiraan tersebut meleset. “Bahkan ada yang memprediksi hujan akan berlangsung terus hingga bulan puasa atau pertengahan Juni mendatang,” ungkapnya.
Menurut Muzammil, seringnya turun hujan ini sangat mengkhawatirkan petani tembakau yang melakukan persiapan tanam tembakau. Sebab persiapan tersebut harus dilakukan secara maksimal. Apalagi proses pembibitan butuh waktu antara 40 hingga 60 hari.
“Biasanya kalau di Kecamatan Kotaanyar diawali pada awal Mei. Mungkin saat ini sudah ada yang sudah memulai. Setelah itu baru akan diikuti oleh petani tembakau di Kecamatan Krejengan,Pakuniran, Besuk, Paiton, Kraksaan dan Gading. Tren menanam tembakau biasanya berlangsung hingga pertengahan Juni,” jelasnya.
Muzammil menambahkan jika hujan tetap sering turun, maka sangat mungkin para petani akan mengundurkan masa tanamnya. “Jangankan tanam, pembibitanpun juga bisa diundur. Kami cuma berharap supaya hujan segera reda,” tegasnya.
Di Kabupaten Probolinggo terdapat 7 kecamatan sentra tembakau. Semuanya berada di wilayah timur meliputi Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Gading, Krejengan dan Kraksaan. Selain itu ada juga petani asal Kecamatan Pajarakan dan Maron yang tertarik menanam tembakau.
0 komentar:
Posting Komentar