Petani Sumber Terancam Gagal Panen

Reporter : KIM Melati
Kamis, 31/12/2015
SUMBER - Fenomena hujan abu vulkanik dari Gunung Bromo sejak beberapa hari terakhir membuat petani di Kecamatan Sumber resah. Sebab banyak tanaman mereka di sawah yang mati. Terutama tanaman sayur mayur.

Sayuna, seorang petani asal Desa Ledokombo Kecamatan Sumber mengatakan, tanaman kentangnya mati karena hujan abu yang tidak henti-henti selama tiga hari terakhir. Tanaman kentangnya masih berusia kurang dari 40 hari.

“Kalau usia tanaman seperti itu, kentang tidak bisa bertahan. Kecuali umurnya sudah mendekati masa panen, itu tidak masalah,” kata ibu dua anak ini.

Akibat terkena abu vulkanik tersebut, ia mengaku rugi hingga lebih dari Rp 10 juta. “Setiap petak sawah sudah menghabiskan Rp 2 juta. Saya sudah tanam di lima petak sawah,” keluhnya.

Sementara H Tiono, petani asal Desa Wonokerso mengaku merugi hingga Rp 2 miliar. Petani yang cukup dikenal di desanya itu sudah menanam bibit kentang sebanyak 70 ton. “Itu juga sudah termasuk pupuk yang sudah dipasang ke tanaman. Kalau ditaksir kerugian mencapai Rp 2 miliar,” ucapnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, sejauh ini pihaknya masih dalam tahap melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang berada di Kabupaten Probolinggo. Terutama di Kecamatan Sukapura dan Kecamatan Sumber.

Hal itu dilakukan untuk upaya mendapatkan ganti rugi dari pemerintah akibat erupsi Gunung Bromo. “Data tersebut akan kami ajukan kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” katanya.

Disinggung apakah warga akan mendapatkan ganti rugi dari pemerintah akibat erupsi tersebut, Dwijoko belum berani memastikan hal tersebut. Sebab menurutnya, realisasi bantuan kepada masyarakat tersebut murni keputusan pemerintah pusat. “Masalah realisasi tergantung dari BNPB. Yang terpenting bagi pemerintah daerah sudah mengupayakan masyarakat mendapatkan ganti rugi,” jelasnya.

Jika benar ada bantuan dari pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB, maka bantuan tersebut akan diberikan pada pasca bencana. Artinya bantuan tersebut akan diberikan pada kondisi normal. “Kalau diberikan saat ini percuma juga. Makanya diberikan saat pasca bencana,” pungkasnya. 
Share on Google Plus

About Redaksi 1

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar