Dijual Bentuk Segar dan Olahan

Reporter : KIM Melati
Jumat, 12/02/2016

DRINGU – Kualitas bawang merah Kabupaten Probolinggo berada di urutan nomor 2 setelah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tetapi realitanya, banyak daerah-daerah lain di Indonesia yang mengambil bibit lokal di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan, sentra bawang merah terdapat di Kecamatan Tegalsiwalan dan Dringu. Luas tanamnya tahun 2014 mencapai 6,850 Ha dan luas panen mencapai 7,155 ton.

“Produksi bawang merah dijual dalam bentuk segar dan dalam bentuk olahan. Pemasarannya hampir menjangkau seluruh Indonesia. Bahkan olahan bawang merah ini juga telah sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Menurut Mahbub, kendala yang sering dihadapi oleh petani bawang merah adalah pemasarannya. Dimana kalau panen raya biasanya harganya jatuh. Sebab produksi melimpah dan semua petani sedang panen bersamaan.

“Semoga keberadaan bawang merah, terutama varietas Biru Lancor bisa berkembang luas lagi di Kabupaten Probolinggo. Hal ini dikarenakan varietas ini mempunyai banyak keunggulan jika dibandingkan dengan yang lain,” terangnya.

Mahbub berharap nantinya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur bisa menemukan cara budidaya bawang merah di luar musim. Sehingga antara pasokan dengan kebutuhan itu berimbang. “Saya berharap harga bawang merah bisa stabil dan pada akhirnya masyarakat petani bisa memperoleh pendapatan yang layak,” harapnya
Share on Google Plus

About Redaksi 1

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar