Reporter : KIM Melati
Sabtu, 20/02/2016
Hingga saat ini total sudah dilatih sebanyak 2.119 RTM yang terbentuk atas 219 kelompok masyarakat (Pokmas). Dari yang dilatih tahun 2015, tingkat keberhasilannya baru mencapai 70% dan akan dilakukan pembinaan lanjutan. Pelatihan yang diberikan disesuaikan dengan potensi masyarakat dan potensi daerah serta terbagi dalam daerah dataran tinggi, menengah dan rendah/pesisir.
Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan, program Hati Mesra bertujuan mencapai kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi. “Program Hati Mesra menyentuh sektor riil di masyarakat dalam bentuk pelatihan usaha ekonomi produktif, bantuan sarana dan prasarana serta pembinaan jenis usaha yang dilakukan masyarakat,” katanya.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Keswadayaan Masyarakat Bapemas Kabupaten Probolinggo Taufik Alami. Menurutnya, selain untuk mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentanan miskin, program ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha bagi Rumah Tangga Miskin (RTM).
“Kalau berbicara kemiskinan tidak bisa berbicara per bulan. Karena hal itu butuh proses. Tetapi yang terpenting mereka memiliki motivasi untuk bangkit dari kemiskinan atas usaha sendiri,” ujarnya.
Anisa dari Desa Tiris Kecamatan Tiris mengaku, pelatihan ketrampilan yang diberikan sangat bermanfaat. Di mana dengan pelatihan ini, harga gula aren stabil bahkan meningkat karena adanya sentuhan (teknologi dan kemasan) sehingga produk menjadi lebih bagus.
“Tentunya ketrampilan ini dapat menambah pendapatan keluarga karena dalam pembuatan gula aren ini butuh tenaga kerja yang lebih banyak. Sehingga tidak perlu melakukan urbanisasi, karena semua mulai dari remaja dan ibu rumah tangga bisa membuatnya. Dengan sendirinya kesejahteraan keluarga bisa tercapai,” ungkapnya.
0 komentar:
Posting Komentar