Reporter : KIM Melati
Selasa, 01/03/2016
Hingga akhir tahun 2015, jumlah peserta KB aktif mencapai 202.523 orang (82,94%) dari Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM). Jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2014 yang hanya 191.315 orang (77,62%) dari PPM.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti. Menurutnya, tahun 2015 peserta KB baru melalui Metode Operasi Wanita (MOW) sebanyak 203 orang (75,46%).
“Bandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 420 orang atau 77,35% dari target. Sementara pencapaian KB pasca persalinan dan keguguran sebesar 8.921 orang atau 40,55%,” katanya.
Di sisi lain, jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini, angka Unmet Need tahun 2015 sebesar 5,78% atau menurun dibandingkan tahun 2014 sebesar 7,8%. Jumlah ini masih berada di bawah nasional yang mencapai 10%.
“Kami menargetkan agar angka Unmet Need terus turun setiap tahun. Unmet Need itu adalah pasangan suami istri (pasutri) usia subur yang menunda keinginan punya anak dan tidak ingin mempunyai anak lagi, tetapi mereka tidak memperoleh pelayanan KB. Hal ini dikarenakan ketidaktahuannya mau ikut apa dan harus bagaimana,” tegasnya.
Endang menambahkan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya terkait dengan TFR (Total Fertility Rate) atau rata-rata ibu melahirkan pada usia reproduksi yang pada tahun 2015 mencapai 2,25%. Jumlah ini naik dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 2,15%.
“Salah satu penyebabnya adalah masih tingginya angka pernikahan dini. Kelahiran pada usia remaja juga bisa meningkatkan TFR,” pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar