Reporter : KIM Melati
Sabtu, 27/02/2016
KRAKSAAN
- Pengentasan buta aksara di Kabupaten Probolinggo pada tahun ini akan
dipusatkan di dua kecamatan. Hal itu dilakukan lantaran dua kecamatan
tersebut merupakan jumlah buta aksara yang tertinggi di Kabupaten
Probolinggo.Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Tiris dan Kecamatan Bantaran. Kedua kecamatan ini menjadi perioritas utama Dinas Pendidikan (Dispendik) dalam program pengentasan buta aksara tahun 2016.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan dua kecamatan itu memang menjadi perioritas utama dalam hal pengentasan buta aksara. “Kami konsentrasi ke dua kecamatan itu, karena memang jumlah buta aksara masih tinggi,” katanya.
Kendati sudah tidak lagi menjadi indikator penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan buta aksara dinilai wajib dilanjutkan. “Karena, dengan mereka bisa membaca, menulis dan berhitung, secara tidak langsung akan berdampak kepada kesejahteraan mereka. Contohnya, sepintar apapun mereka berdagang, kalau tidak bisa menulis dan berhitung pasti akan berpengaruh kepada mereka. Makanya tahun ini program pengentasan kemiskinan ini tetap dilanjutkan,” ungkapnya.
Untuk program pengentasan buta aksara pada tahun 2016 ini dianggarkan Rp 1 miliar. Berdasar data yang dihimpun, pada 2014 jumlah buta aksara di Kabupaten Probolinggo mencapai 73.679 jiwa. Angka itu terbilang menurun dibanding 2013 yang jumlahnya 81.479 jiwa. Dengan kata lain, telah terjadi penurunan jumlah buta aksara hingga 7.800 orang. Sedangkan pada tahun 2015, berkurang sebanyak 11.110 orang.
Warga buta aksara di Kabupaten Probolinggo paling banyak berada di Kecamatan Tiris, Kecamatan Krucil dan Kecamatan Bantaran. Sedangkan jumlah terkecil berada di Kecamatan Pajarakan. Dan berdasar hasil verifikasi dan validasi data, warga buta aksara di Kabupaten Probolinggo ini berada di usia rata-rata 50 tahun ke atas.
Di sisi lain, dengan jumlah buta aksara 73.679 jiwa, Kabupaten Probolinggo masih masuk ranking kedua tertinggi di Jawa Timur. Pemkab Probolinggo pun terus bekerja keras menekan jumlah warga buta aksara melalui sejumlah program. Mereka diajari membaca, menulis dan berhitung
0 komentar:
Posting Komentar